Rabu, 02 April 2014

deskrispi ruangan



            
 Perpustakaan Utama Lantai 3

             Ketika hati dan fikiran menggambarkan keinginan, siang ini kulangkan kaki menuju apa kufikirkan, aku menginginkan suatu ruangan yang megah, sejuk dan nyaman, ruangan yang dipenuhi buku-buku yang tertata rapi. Saat pertama kali kakiku melangkah ke pintu masuk perpustakaan utama, udara yang sangat sejuk menghembuus dari alat pendingin ruangan, terasa begitu dingin ditubuh. Lalu aku berjalan ke sebelah kiri tepatnya ada sebuah ruang yang tidak terlalu besar, ruangan ini dikhususkan untuk penyimpanan tas, lalu aku mengambil tas berwarna biru yang telah disediakan, kumenyiapkan alat-alat yang diperlukan, seperti buku tulis, alat tulis, laptop, dompet, handphone, tak lupa tentunya aku mengeluarkan kartu identitas mahasiswa (KTM) karena ini sebagai syarat diperbolehkan masuk ke ruangan membaca, kuletakkan kartu identitas mahasiswa dialat pendeteksi sebagai bukti bahwa sudah terdaftar. Kemudian aku menuju lantai 2, sambil berjalan aku menoleh kesana kesini lalu berhenti sejenak untuk mencari buku yang dituju. Sambil sibuk mencari akhirnya kutemukan satu buku yang sangat tepat, ini adalah buku “Menulis Secara Populer” buku ini karangan Ismail Muharimin, bukunya berwarna abu-abu dengan cover yang indah, tebalnya seperti lekukan ibu jari dan jari telunjuk, terdapat 358 halaman didalamnya. Kedua bola mataku milirik kekanan dan kekiri, melihat kesekeliling ruangan untuk mencari tempat duduk yang nyaman, agar aku bisa membaca buku ini dengan nyaman dan memulai tulisanku dengan fokus.


Aku menuju keruangan atas lantai 3. Kemudian disebelah kanan pojokterlihat ada sebuah meja yang besar, ukurannya panjang lebar berwarna coklat kayu, di kelilingi dengan sederetan bangku-bangku yang sama warnanya, dengan rak-rak yang besar bertatakan buku-buku yang rapi. Kuterus melangkah ke tempat itu, duduk dan meletakkan tas biruku diatas meja, ternyata begitu aku duduk hawa dingin memberikan kesejukan pada hati, fikiran dan suasana hariku.

            Di ruangan ini tepat di depan mejaku ada sebuah mesin pendingin ruangan, yang digantungkan pengharum ruangan STELLA, begitu terasa dingin dan harum. Aku duduk pada barisan ketiga dari bangku pertama, di ruangan inilah aku mulai menulis, mengeluarkan buku dan pulpen. Pertama-tama ku perhatikan kearah kiri, ada sebuah karpet berwarna merah membujur di atas lantai, disana banyak orang yang sedang duduk-duduk sambil membaca buku dan mengerjakan tugas dilaptopnya. Disana ada rak yang disandarkan kedinding, ukurannya lebih besar dari rak-rak yang ada di ruangan ini, kitab-kitab itu berukuran sama rata tebalnya, disana juga ada sofa besar berwarna coklat muda, bagian rak paling atas ada guci yang indah sehingga dapat memberikan kesan bagi yang memandangnya. Ruangan ini diterangi lampu yang menempel disetiap sudut atap, sehingga membuat nyaman menulis.

            Buku yang kudapat harus kubaca dan kupahami dengan benar, karena buku ini sebagai dasar teori dari tulisan yang kubuat, buku ini memberikan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menulis, khususnya menulis deskripsi ruangan disertai contohnya. Buku tulisku semakin penuh dengan tulisan, dan yang kurasakan saat ini adalah dingin yang menusuk ketulang sampai membuat tubuh merinding, ini karena mesin pendingin ruangannya terlalu besar. Terasa sangat tidak nyaman dihidung, aku pun segera mengakhiri tulisanku, semua yang kulihat, kuamati dan kurasakan tentang ruangan ini sudah terpaparkan dibuku tulisku, aku menutup buku tulis dan merapihkan semua alat-alat k etas biruku, dan segera keluar dari ruangan ini, lega rasanya tulisanku selesai dan rasa tidak nyaman yang menghambat hidungku akhirnya hilang.

tolong berikan komentar kalian yaa :)
 

0 komentar:

Posting Komentar