Perpustakaan Utama Lantai 3
Ketika hati dan fikiran menggambarkan keinginan, siang
ini kulangkan kaki menuju apa kufikirkan, aku menginginkan suatu ruangan yang
megah, sejuk dan nyaman, ruangan yang dipenuhi buku-buku yang tertata rapi.
Saat pertama kali kakiku melangkah ke pintu masuk perpustakaan utama, udara
yang sangat sejuk menghembuus dari alat pendingin ruangan, terasa begitu dingin
ditubuh. Lalu aku berjalan ke sebelah kiri tepatnya ada sebuah ruang yang tidak
terlalu besar, ruangan ini dikhususkan untuk penyimpanan tas, lalu aku
mengambil tas berwarna biru yang telah disediakan, kumenyiapkan alat-alat yang
diperlukan, seperti buku tulis, alat tulis, laptop, dompet, handphone, tak lupa
tentunya aku mengeluarkan kartu identitas mahasiswa (KTM) karena ini sebagai
syarat diperbolehkan masuk ke ruangan membaca, kuletakkan kartu identitas
mahasiswa dialat pendeteksi sebagai bukti bahwa sudah terdaftar. Kemudian aku
menuju lantai 2, sambil berjalan aku menoleh kesana kesini lalu berhenti
sejenak untuk mencari buku yang dituju. Sambil sibuk mencari akhirnya kutemukan
satu buku yang sangat tepat, ini adalah buku “Menulis Secara Populer” buku ini
karangan Ismail Muharimin, bukunya berwarna abu-abu dengan cover yang indah,
tebalnya seperti lekukan ibu jari dan jari telunjuk, terdapat 358 halaman
didalamnya. Kedua bola mataku milirik kekanan dan kekiri, melihat kesekeliling
ruangan untuk mencari tempat duduk yang nyaman, agar aku bisa membaca buku ini
dengan nyaman dan memulai tulisanku dengan fokus.
Aku menuju keruangan
atas lantai 3. Kemudian disebelah kanan pojokterlihat ada sebuah meja yang
besar, ukurannya panjang lebar berwarna coklat kayu, di kelilingi dengan
sederetan bangku-bangku yang sama warnanya, dengan rak-rak yang besar
bertatakan buku-buku yang rapi. Kuterus melangkah ke tempat itu, duduk dan
meletakkan tas biruku diatas meja, ternyata begitu aku duduk hawa dingin
memberikan kesejukan pada hati, fikiran dan suasana hariku.
Di ruangan ini tepat di depan mejaku ada sebuah mesin
pendingin ruangan, yang digantungkan pengharum ruangan STELLA, begitu terasa
dingin dan harum. Aku duduk pada barisan ketiga dari bangku pertama, di ruangan
inilah aku mulai menulis, mengeluarkan buku dan pulpen. Pertama-tama ku
perhatikan kearah kiri, ada sebuah karpet berwarna merah membujur di atas
lantai, disana banyak orang yang sedang duduk-duduk sambil membaca buku dan
mengerjakan tugas dilaptopnya. Disana ada rak yang disandarkan kedinding,
ukurannya lebih besar dari rak-rak yang ada di ruangan ini, kitab-kitab itu
berukuran sama rata tebalnya, disana juga ada sofa besar berwarna coklat muda,
bagian rak paling atas ada guci yang indah sehingga dapat memberikan kesan bagi
yang memandangnya. Ruangan ini diterangi lampu yang menempel disetiap sudut
atap, sehingga membuat nyaman menulis.
Buku yang kudapat harus kubaca dan kupahami dengan benar,
karena buku ini sebagai dasar teori dari tulisan yang kubuat, buku ini
memberikan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menulis, khususnya
menulis deskripsi ruangan disertai contohnya. Buku tulisku semakin penuh dengan
tulisan, dan yang kurasakan saat ini adalah dingin yang menusuk ketulang sampai
membuat tubuh merinding, ini karena mesin pendingin ruangannya terlalu besar.
Terasa sangat tidak nyaman dihidung, aku pun segera mengakhiri tulisanku, semua
yang kulihat, kuamati dan kurasakan tentang ruangan ini sudah terpaparkan
dibuku tulisku, aku menutup buku tulis dan merapihkan semua alat-alat k etas
biruku, dan segera keluar dari ruangan ini, lega rasanya tulisanku selesai dan
rasa tidak nyaman yang menghambat hidungku akhirnya hilang.
tolong berikan komentar kalian yaa :)
0 komentar:
Posting Komentar