Suasana di
pondokku
Pukul empat sore, seperti biasanya
para santriwati (santri putri) bersiap-siap untuk barnaamijul masaiyyah (kursus
sore), kursus hari senin adalah kursus bahasa arab. Sebelum jam 04.15 semua
santriwati harus sudah berada dikelas, kalau sampai terlambat mereka akan akan
dihukum, karena ada bagian pendidikan
yang mengawasi, Para santri bergegas keluar dari masing-masing asramanya,
dengan cuaca yang agak gelap membuat sebagian santriwati masih ingin
melanjutkan tidurnya siang tadi, ada juga yang begitu semangat untuk kursus. Sore
ini aku tidak mengikuti kursus dulu, karena aku ditugaskan untuk menjaga gardu
keamanan pondok, bagian penerimaan tamu dan keamanan bertugas untuk menjaga
keamanan pondok, dan hari ini adalah tugasku. Di gardu terasa sepi sekali
karena cuaca sore yang agak mendung, dari arah kelas terdengar para santriwati
membaca b.arab dengan lantang. Pukul 05.15 saatnya bel dibunyikan oleh bagian
pendidikan, teng teng teng begitu bunyinya. Para santriwati keluar berbarengan
dari kelas yang ada di lantai 3 sampai lantai 1. Terdengar sangat berisik
karena jumlah santriwati nya banyak sekali, mereka berjalan kembali menuju ke
asrama masing-masing. Mereka harus makan sore dan menyiapkan diri untuk ke
masjid.
Adzan magrib telah berkumandang,
para santri segera menuju masjid untuk sholat berjamaah, bagian peribadatan
yang mengatur, dari mulai membersihkan masjid sampai mengatur jadwal mengaji.
Sementara aku pulang ke asrama untuk sholat magrib diasrama, bergantian dengan
partner tugasku di gardu, suasana di asrama sepi sekali, semua santriwati sudah
ramai di masjid. setelah selesai sholat aku kembali ke gardu, sambil menunggu
pertnerku kembali ke asrama, malam hari biasanya ada saja wali santri yang
menitipkan barang untuk anaknya ke gardu, tidak lupa barang yang dititipkan
diberi nama agar tidak keliru. Setelah selesai sholat magrib para santriwati
menuju kelas masing-masing untuk mengaji Al-quran, terasa menenangkan hati dan
fikiran mendengar santriwati membaca Al-quran. Sampai tiba waktu adzan isya,
mereka kembali ke masjid untuk sholat isya berjamaah. Jika sudah selesai, semua
kembali ke asrama dengan tertib.
Jam 21.00 malam. Para santriwati
harus ke kelas lagi, malam hari biasanya mereka mudzakarah yaitu
mengulang pelajaran yang mereka dapat waktu sekolah pagi tadi, sekaligus
mempersiapkan pelajaran untuk hari esok. Para santriwati belajar dengan tekun,
saling berdiskusi memberikan pendapatnya, ada juga yang sedang fokus menghafal.
Melihatnya seperti itu sangat menyenangkan hati, sementara aku bisa tetap belajar sambil menunggu di gardu, tidak
meninggalkan kewajibanku untk belajar dan tetap menjalankan tugasku. Aku
belajar berdua dengan partnerku, kita bisa saling bertanya satu sama lain.
Sampai jam 21.30 mereka harus kembali ke asrama karena esok subuh mereka harus
tetap menjalankan rutinitas seperti biasanya. Pondok ini memang selalu di ramaikan oleh para
santrinya dari mulai belajar di kelas, sholat berjamaah di masjid, sampai belajar
malam. Tidak bisa kubayangkan bagaimana sepi nya suasana pondok saat semua
santriwati liburan dan berada di rumahnya. Semakin malam, di gardu semakin sepi
tidak ada lagi wali santri yang mau menitipkan sesuatu untuk anaknya tersayang
disini, aku dan partnerku bersiap-siap kembali ke asrama, aku membawa beberapa
titipan yang ada di gardu untuk diberikan ke santri, sebelumnya aku harus
mengunci dengan benar gardu ini agar aman. Dinginya angin malam membuat aku
ingin cepat-cepat berada di asrama, sepi sekali rasanya hanya aku dan partnerku
saja yang bejalan disepanjang arah ke asrama, langkahku semakin cepat saja
karena mulai merinding badanku, merasa takut ada yang mengikuti. Begitu terasa
lega sudah selesai semua tugasku hari
ini, pintu asrama-asrama terlihat sudah tertutup rapat, para santriwati sudah
beristirahat di asrama mereka, aku pun segera menuju kasurku yang empuk,
melepas lelah dan beristirahat agar esok hari aku bisa menjalankan aktivitasku
kembali dengan segar.
tolong beriakn komentarnya yaa :)
0 komentar:
Posting Komentar